Langsung ke konten utama

Nusadani Akhiri Krisis Air Bersih


Menanggapi masalah air bersih yang semakin meresahkan, Pemdes Nusadani akhirnya memutuskan melakukan pembangunan sumur bor pada 2017. Meski dalam RPJMDes 2016-2021 sumur bor akan dibangun pada tahun ketiga (2018), melalui musdus di akhir 2016, warga sepakat memprioritaskan pembangunan sumur tersebut setahun lebih cepat.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun, warga bergantung pada sumber mata air dari Desa Lamaole. Penghujung 2016, distribusi air ke Nusadani diperparah dengan semakin menurunnya debit air. Selain itu, aktivitas pengeboran liar terhadap pipa induk juga menyebabkan masalah air ini semakin serius.

Karena itu, Pemdes mengambil langkah cepat. Melalui beberapa kali perbincangan, akhirnya terjadi kesepakatan kerja sama dengan Area Timor Bor, perusahaan jasa yang siap mengerjakan pembangunan sumur bor ini.

Rangkaian pengerjaan pun langsung dimulai pada November 2016, diawali dengan survei geolistrik. Hasil survei menunjukkan dua titik pengeboran yang potensial dari total empat titik, yakni di wilayah Dusun II dan di daerah Biri. Melalui beberapa pertimbangan, seperti jarak dan kedalaman, titik di Dusun II akhirnya dipilih. Selanjutnya pengeboran pada titik hasil survei tersebut dilaksanakan kurang lebih sebulan, dari Februari hingga Maret 2017.


Sekcam Solor Barat, Paskalis Luli Buton, menandatangani prasasti peresmian sumur bor Peni Masandai, Dai Lali Nama, didampingi Kepala Desa Nusadani, Markus Mulai Keray, pada Jumat (8/9) lalu.



Berani Curi Start

Kepala Desa Nusadani, Markus Mulai Keray menjelaskan, pembangunan sumur bor ini didukung keberanian mencuri start. Sebagai rencana kerja yang dibiayai Dana Desa (DD) dengan pagu anggaran sebesar Rp311.099.500, sumur bor malah telah berani dikerjakan tanpa menunggu DD dicairkan terlebih dahulu. Pengeboran selesai pada Maret 2017 sedangkan DD tahap I baru bisa dicairkan pada Juni 2017.

Markus Keray melanjutkan, meski menghadapi kendala tersebut, masalah keuangan tetap dapat dihadapi. Transaksi pembayaran tahap pertama kepada perusahaan jasa bor mengandalkan PAD 2016 dan pinjaman dari pihak ketiga. Meski bersifat pinjaman, pihak ketiga yang merupakan warga Nusadani sendiri, sama sekali tidak menuntut bunga pinjaman. Sikap tersebut menjadi bukti betapa warga sangat merindukan sumber air sendiri, pungkas Markus.


Kerja Sama Semua Pihak

Keberhasilan pembangunan sumur bor merupakan kerja sama semua pihak. Hal itu disampaikan Markus Keray dalam sambutannya pada acara peresmian sumur bor, pada September lalu. Karena itu, Markus sangat berterima kasih kepada segenap warga Nusadani, BPD, Pengurus RT/RW, Panitia Air Minum, Panitia Jalan ke Pasar, Tenaga Teknis Sumur Bor, Pengurus BUMDes, serta para Kepala Suku dan Lembaga Pemangku Adat (LPA).

Kepada LPA, Markus menyampaikan apresiasi khusus, sebab tak pernah  putus menjalankan rangkaian ritual adat dari awal hingga aktivitas pengeboran berakhir. Melalui kesepakatan bersama LPA juga, sumur bor akhirnya dinamai Peni Masandai, Dai Lali Nama berdasarkan penelusuran budaya dan sejarah.

Sumur bor Peni Masandai, Dai Lali Nama akhirnya diresmikan Sekretaris Camat (Sekcam) Solor Barat, Paskalis Luli Buton, pada Jumat (8/9) lalu. Hadir pula dalam rangkian acara peresmian itu, staf Kecamatan Solor Barat, aparat keamanan, segenap kepala instansi pendidikan dalam desa (SD-SMA), Pemdes Daniwato, LPA Daniwato, Rekan Pastor Paroki Pamakayo, dan lainnya.

Meski telah selesai dikerjakan sejak Maret 2017, peresmian sumur bor baru dilaksanakan pada September 2017. Peresmian terjadi 6 bulan berselang sebab menunggu penyelesaian rumah pengaman sumur dan kegiatan pembangunan air bersih berskala desa lainnya, yakni pembangunan bak receivoir dan instalasi perpipaan serta pembangunan hidran umum. (AK-WN)

Komentar

  1. Suka sekali Tt Yaken. Kontrol dan publikasi dari kampung tapi bukan kampungan. Semangat tt Yaken

    BalasHapus
  2. Terima kasih, Oka. Kami tunggu ide bagus dari mahasiswa komunikasi untuk desa-desa di Flotim.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putri: Potret Anak Muda Nusadani yang Berprestasi

A nak-anak muda Nusadani tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Setelah menjadi kampiun beberapa waktu lalu dalam turnamen bola kaki Piala Paroki Pamakayo 2017, kabar gembira juga datang dari tim voli putri Nusadani. Meski tak berhasil menjuarai turnamen voli menyongsong HUTRI ke-72 tingkat Kecamatan Solor Barat, tiga pemain andalan Nusadani tetap berhasil masuk ke dalam tim inti kecamatan yang berlaga pada turnamen Wakil Bupati Cup 2017 di Larantuka. Salah satu dari ketiga pemain terpilih itu adalah Putri. Pelajar SMPN Satap Nusadani ini menjadi pemain termuda dalam tim. Usia yang begitu muda tentu menunjukkan perjuangannya yang luar biasa dalam mengenal olahraga voli. Putri (Nomor 12) saat pose bersama tim voli putri Kecamatan Solor Barat di Hotel Fortuna sebelum bertanding dalam turnamen Wakil Bupati Cup beberapa waktu lalu . Bernama lengkap Paskahlina Syaputri Lilly Sogen, Putri lahir di Makasar, 21 April 2003. Masa sekolah dasarnya dihabiskan di Arasoe...

Puisi-puisi Fransiska Keray

Teriakan Dari Kota —Puisi Fransiska Keray Ini desaku Tanah kelahiranku Tempatku dilahirkan dalam ayunan mimpi Padi meninggi Air di sumur Buah-buah dari kebun jauh Di sini hidup tanpa keributan Bagai istana surga Tak seperti di kota Terdengar koruptor Ada gila kekuasaan Rakyat mereka penuh keluh Kami lapar – haus Dan ingin pulang ke desa (Nusadani, 2017) Indah Pemandangan —Puisi Fransiska Keray Terlihat dari bukit itu Tersorot desa kecil Tempat luka hati disembuhkan Petak kebun membentang Padi selesai ditanam Pucuk mekar buka musim hujan Air mengalir di kedalaman Petani mengadu nasib Memelihara hidup Menemukan damai Dari lahir sampai akhir (Nusadani, 2017)   *Fransiska Keray, staf Pemdes Nusadani

Apel Tujuh Belas: Momen yang Mempersatukan

P eringati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUTRI) ke-72, Panitia HUTRI Desa Nusadani menggelar apel bendera bersama di pelataran balai desa Nusadani, pada Kamis, (17/8) lalu. Pemdes Nusadani, segenap lembaga dalam desa, warga desa, lembaga pendidikan (PAUD-SMA), Balai Pertanian dan Puskeswan Nusadani serta komunitas Biara Susteran Stela Maris , turut ambil bagian dalam apel ini. Kepala Desa Nusadani, Markus Mulai Keray, lewat amanat Pembina Upacara, menyampaikan apresiasi kepada lembaga pendidikan dalam desa karena telah bekerja sama dalam usaha mencerdaskan generasi muda. Markus menambahkan, sarana pendukung di desa seperti Rumah Pintar dan perpustakaan desa sedang dipersiapkan. Selain itu, program kesehatan seperti rutinitas bulanan Posyandu dan Posbindu dan pelayanan Poskesdes, serta sarana olahraga seperti lapangan bola kaki dan bola voli, turut menunjang aspek kesehatan dan pengembangan bakat olahraga anak-anak muda. A pel HUTRI kali ini dipimpin langsun...